LEBAK, (JD) – Pimpinan Daerah (PIMDA) 153 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Lebak memperingati Milad ke-63 Tapak Suci dengan menggelar kegiatan yang diikuti ratusan pendekar, pelatih, kader, dan siswa dari berbagai cabang di Alun-alun Rangkasbitung. Peringatan tersebut menjadi momentum memperkuat persaudaraan sekaligus meningkatkan kualitas kaderisasi untuk mencetak generasi muda yang tangguh, berakhlak, dan berjiwa kepemimpinan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan itu dihadiri Ketua PIMDA 153 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Lebak Iman Dermawan, Pimpinan Pondok Pesantren Darel Azhar KH Ikhwan Hadiyyin, Ketua Dewan Pendekar PIMWIL Tapak Suci Banten Jumhana, serta jajaran pendekar, pelatih, dan kader Tapak Suci. Seluruh rangkaian acara dipimpin panitia di bawah koordinasi Ahmad Latif.
Ketua PIMDA 153 Tapak Suci Kabupaten Lebak, Iman Dermawan, mengatakan Milad ke-63 menjadi momentum strategis untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan kader di seluruh wilayah Kabupaten Lebak.
Menurutnya, Tapak Suci tidak hanya berperan sebagai perguruan bela diri, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter melalui perpaduan pendidikan olahraga dan nilai-nilai Islam.
“Tapak Suci bukan sekadar tempat belajar bela diri. Lebih dari itu, Tapak Suci adalah wadah membentuk akhlak, disiplin, kepemimpinan, dan menanamkan nilai-nilai Islam. Melalui Milad ini, kami ingin mempererat persaudaraan dan meningkatkan kualitas kaderisasi di seluruh cabang Tapak Suci Kabupaten Lebak,” ujar Iman.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendekar PIMWIL Tapak Suci Banten, Jumhana, mengapresiasi penyelenggaraan Milad ke-63 yang dinilainya menjadi bukti komitmen organisasi dalam membangun karakter generasi bangsa.
Ia menegaskan, Tapak Suci memiliki peran penting dalam mencetak kader yang tidak hanya memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga mental yang kuat, karakter yang baik, serta nilai-nilai kehidupan yang berlandaskan ajaran Islam.
“Tapak Suci bukan hanya melatih fisik, tetapi juga membangun mental, karakter, dan nilai-nilai kehidupan bagi para kadernya,” kata Jumhana.
Peringatan Milad ke-63 diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain atraksi seni bela diri Tapak Suci, demonstrasi jurus, silaturahmi antarkader, serta doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan organisasi yang telah mengabdi selama lebih dari enam dekade.
Melalui momentum tersebut, Jumhana berharap soliditas keluarga besar Tapak Suci semakin kokoh dan kualitas pembinaan kader terus meningkat sehingga mampu melahirkan pendekar yang berprestasi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Mengusung semangat “Berakar Tradisi, Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia,” Milad ke-63 menjadi penegasan komitmen Tapak Suci Putera Muhammadiyah untuk terus mencetak generasi yang tangguh, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan negara.







