Gubernur Andra Soni Tegaskan Komitmen Bangun Ekonomi Desa Bersama APDESI Merah Putih

Info Desa93 Dilihat

SERANG, (JD) – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk terus berkolaborasi dengan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa sebagai fondasi pembangunan daerah dan nasional.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APDESI Merah Putih yang berlangsung di Hotel Aston, Kota Serang, Rabu (10/6/2026). Kegiatan itu dihadiri ratusan kepala desa dari berbagai daerah serta dirangkaikan dengan pengukuhan Ketua Dewan Pakar APDESI Merah Putih, Johan Arifin Muba.

Dalam sambutannya, Andra Soni mengapresiasi penyelenggaraan Rakernas yang digelar APDESI Merah Putih bersama Pemuda Pancasila (PP) di Provinsi Banten. Menurutnya, APDESI Merah Putih dan Pemprov Banten memiliki visi yang sejalan dalam membangun Indonesia dari desa sebagaimana tercantum dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Pembangunan dari desa merupakan kewajiban yang harus kita lakukan. Desa harus diurus karena desa adalah wajah negeri kita,” ujar Andra Soni.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan desa, Pemprov Banten telah melakukan penataan jaringan irigasi guna memperkuat ketahanan pangan. Upaya tersebut, kata Andra, menunjukkan hasil positif dengan meningkatnya produktivitas sektor pertanian di sejumlah wilayah.

“Kami sudah melakukan penataan jalur irigasi sebagai upaya menjaga ketahanan pangan dari desa. Alhamdulillah, hasil produksi pertanian kita cukup baik,” katanya.

Selain itu, Andra Soni menyambut baik berbagai program yang digagas APDESI Merah Putih bersama Pemuda Pancasila, termasuk pembangunan kandang ayam di setiap desa dan percepatan digitalisasi desa.

Menurutnya, program-program tersebut memiliki potensi besar dalam meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian desa.

“Saya yakin program-program itu akan meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama dari desa,” ujarnya.

Gubernur berharap Rakernas APDESI Merah Putih dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif dan aplikatif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar APDESI Merah Putih Johan Arifin Muba mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan program pembangunan koperasi desa secara masif. Program tersebut menargetkan pembentukan dua koperasi di setiap desa dan lima koperasi di setiap kelurahan tanpa mengandalkan pendanaan dari APBD maupun APBN.

Menurut Johan, salah satu program yang telah berjalan adalah pembangunan kandang ayam di sejumlah desa. Di Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, misalnya, program satu desa satu kandang ayam telah dikelola oleh APDESI Merah Putih.

Program serupa juga tengah dibangun di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang, yang direncanakan akan diluncurkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan ATR/BPN terkait program tersebut. Kami meyakini ekonomi kerakyatan akan tumbuh melalui program-program yang berbasis desa,” kata Johan.

Dalam Rakernas tersebut, APDESI Merah Putih juga menyiapkan sejumlah rekomendasi strategis untuk disampaikan kepada pemerintah pusat. Salah satunya adalah usulan pemberian lahan Hak Guna Usaha (HGU) kepada pemerintah desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun koperasi desa.

Selain itu, APDESI juga mendorong agar program cetak sawah dapat langsung diberikan kepada pemerintah desa sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

“Dengan begitu kemandirian fiskal desa bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua APDESI Merah Putih Anwar Sadat menilai berbagai program yang dirancang organisasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi desa di tengah kebijakan efisiensi dan realokasi anggaran pemerintah.

Ia berharap seluruh desa di Indonesia dapat menjadi motor penggerak perekonomian nasional melalui penguatan sektor usaha produktif dan peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Harapannya, pemerintah desa yang jumlahnya mencapai 75.265 desa di 37 provinsi dapat menjadi kekuatan utama dalam perekonomian nasional. Desa tidak boleh kehilangan kedaulatan dan perannya, karena kemajuan bangsa sesungguhnya dapat dilihat dari kemajuan desanya,” tegas Anwar Sadat.

Rakernas APDESI Merah Putih di Banten diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing sebagai pilar utama pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *