KCD Pendidikan Lebak Disorot Soal Revitalisasi SMAN 2 Rangkasbitung

Banten42 Dilihat

LEBAK,(JD) – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Gugun, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait pelaksanaan proyek revitalisasi SMAN 2 Rangkasbitung yang disorot karena diduga tidak memasang papan informasi kegiatan.

Sebelumnya, KCD Pendidikan Lebak menyampaikan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan penuh terhadap kegiatan revitalisasi yang bersumber dari APBN 2026 tersebut karena pelaksanaannya dilakukan oleh pihak sekolah.

Namun, persoalan tersebut mendapat sorotan dari Ketua Umum Badak Banten Perjuangan (BBP), King Badak. Ia menilai KCD tetap memiliki fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap satuan pendidikan di wilayah kerjanya.

“Karena KCD sebagai pembina dan memiliki fungsi pengawasan, tidak harus duduk manis dalam kursi jabatannya. Kesalahan pihak sekolah itu tidak lepas dari tanggung jawab KCD sebagai pimpinan,” kata King Badak, Jumat (14/8/2026).

Menurut dia, fungsi pembinaan salah satunya dapat dilakukan dengan memberikan arahan maupun teguran apabila ditemukan persoalan dalam pelaksanaan kegiatan di lingkungan sekolah.

“Kewenangan KCD memberikan teguran terhadap pihak sekolah merupakan bentuk dari fungsi pembinaan. Setiap kegiatan harus mengedepankan keterbukaan publik. Tidak boleh ada pembiaran terhadap persoalan yang terjadi,” ujarnya.

King Badak mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan menyampaikan persoalan tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten untuk mendapatkan perhatian dan evaluasi.

“Mungkin bisa saja Pak Kadis memanggil atau menegur KCD Pendidikan Lebak agar tidak melakukan pembiaran terhadap persoalan di SMAN 2 Rangkasbitung, termasuk terkait papan informasi kegiatan revitalisasi,” katanya.

Terpisah, akademisi Agus Ruhban Tabriwindarta menilai sikap diam KCD saat dikonfirmasi dapat disebabkan berbagai kemungkinan. Namun, menurutnya, klarifikasi dari pihak terkait tetap diperlukan agar informasi mengenai pelaksanaan proyek tersebut menjadi terang.

“Diamnya Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Banten dimungkinkan bingung menjawab atau memberikan teguran kepada SMAN 2 Rangkasbitung karena adanya persoalan dalam pekerjaan, baik secara administrasi maupun teknis,” kata Agus.

Sebelumnya, proyek revitalisasi SMAN 2 Rangkasbitung yang disebut telah mencapai sekitar 80 persen pelaksanaan menjadi perhatian masyarakat. Selain persoalan tidak terlihatnya papan informasi kegiatan, terdapat pula sorotan mengenai penggunaan genteng yang diduga merupakan material bekas.

Nilai anggaran kegiatan tersebut disebut mencapai ratusan juta rupiah. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan resmi dari pihak pelaksana maupun pihak sekolah mengenai nilai anggaran, spesifikasi pekerjaan, dan alasan tidak terlihatnya papan informasi kegiatan.

Kepala SMAN 2 Rangkasbitung juga belum memberikan keterangan terkait sejumlah sorotan tersebut.
Media tetap membuka ruang bagi KCD Pendidikan Lebak, pihak SMAN 2 Rangkasbitung, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi dan informasi tambahan sesuai prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

Tinggalkan Balasan