Prabowo Soroti Nasionalisme NU: Syubbanul Wathon Bukti Semangat Kebangsaan Ulama

Nasional54 Dilihat

JOMBANG, (JD) — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti kuatnya nilai nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air yang telah tumbuh di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) jauh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri sekaligus membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut NU sebagai institusi bersejarah yang memiliki jasa besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, semangat kebangsaan tersebut telah diwariskan para pendiri NU sejak masa perjuangan.

Prabowo kemudian mencontohkan lagu Syubbanul Wathon karya KH Abdul Wahab Chasbullah yang kini menjadi salah satu simbol penting dalam tradisi NU.

Menurut Prabowo, lagu tersebut menunjukkan bahwa kalangan ulama dan pesantren telah memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan 1945.

“Lagu ini bisa dikatakan adalah lagu patriotik, lagu nasionalis, yang dibuat oleh kelompok religius, tetapi semangatnya adalah semangat cinta tanah air dan semangat nasionalisme yang luar biasa,” ujar Prabowo.

Presiden menilai kelahiran Syubbanul Wathon menjadi bukti bahwa para pemimpin religius pada masa itu telah memiliki visi kebangsaan yang matang.

Hal tersebut dinilai semakin penting karena lagu tersebut diciptakan belasan tahun sebelum Indonesia merdeka, ketika bentuk negara dan masa depan Indonesia belum sepenuhnya jelas.

Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi para ulama untuk menanamkan semangat persatuan, patriotisme, dan kecintaan terhadap tanah air.

Bagi Prabowo, warisan tersebut menunjukkan bahwa nasionalisme tidak lahir dari satu kelompok saja. Semangat membangun bangsa juga tumbuh kuat dari lingkungan pesantren dan kalangan ulama.

Ia juga menegaskan besarnya kontribusi NU dalam perjalanan sejarah bangsa, termasuk dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan setelah Proklamasi.

Prabowo mengapresiasi peran para ulama dan pesantren yang ikut menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Presiden pun menekankan pentingnya NU terus menjadi bagian dari kekuatan bangsa dengan menjaga persatuan dan kerukunan.

“NU kuat artinya Indonesia kuat. Kalau NU rukun, Indonesia rukun. NU berkhidmat, Indonesia bermartabat,” tegas Prabowo.

Pembukaan Muktamar ke-35 NU kemudian ditandai dengan penabuhan beduk oleh Presiden Prabowo di Lapangan Untung Suropati, kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026 dan menjadi forum tertinggi organisasi untuk membahas arah kebijakan serta masa depan Nahdlatul Ulama.

Pesan Prabowo tentang Syubbanul Wathon menjadi pengingat bahwa kecintaan terhadap tanah air telah menjadi bagian penting dari perjalanan panjang NU sekaligus sejarah kebangsaan Indonesia.

Tinggalkan Balasan