Banten Siapkan SDM Kelas Dunia, Industri Diminta Prioritaskan Warga Lokal

Banten27 Dilihat

CILEGON, (JD) – Gubernur Banten Andra Soni meminta pelaku dunia usaha dan industri di Provinsi Banten untuk memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal dalam mengisi berbagai peluang kerja yang tersedia di kawasan industri.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama Sinergi Penyiapan Pekerja Migran Indonesia antara Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI/BP2MI), Pemerintah Provinsi Banten, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta) di SMK YPKS Cilegon, Senin (15/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni mengapresiasi PT Krakatau Steel yang telah berperan aktif dalam memfasilitasi pelatihan kerja serta mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia di Banten. Ia juga memberikan penghargaan kepada Yayasan Pendidikan Krakatau Steel melalui SMK YPKS yang selama ini konsisten membekali para pelajar dengan keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

“Saya berterima kasih kepada Yayasan Pendidikan Krakatau Steel yang telah mempersiapkan anak-anak kita, warga Banten, untuk mengisi berbagai peluang kerja di sektor industri yang berkembang di Provinsi Banten,” ujar Andra Soni.

Menurutnya, Banten merupakan salah satu daerah tujuan para pencari kerja dari berbagai wilayah di Indonesia. Kondisi tersebut tercermin dari pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat setiap tahunnya seiring masuknya para pencari kerja ke wilayah Banten.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya menciptakan iklim investasi yang sehat sekaligus mendorong terbukanya lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat.

“Tantangan kita adalah bagaimana membuka lapangan pekerjaan sebesar-besarnya. Dengan niat yang sama, kita harus menata kembali pertumbuhan dan memperkuat fondasi ekonomi daerah,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Krakatau Steel Muhamad Akbar menjelaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan berbagai program pengembangan kompetensi, khususnya di bidang manufaktur dan pengelasan (welding), melalui sistem talent pool yang terintegrasi dengan proses rekrutmen tenaga kerja.

Menurutnya, Krakatau Steel juga terus membangun ekosistem pelatihan yang melibatkan kementerian, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Fasilitas seperti pusat pendidikan dan pelatihan (training center) berbasis manufaktur serta lingkungan industri yang terbuka menjadi bagian dari upaya mencetak tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing.

“Program ini ditujukan untuk menampung lulusan SMK maupun SMA agar dapat memperoleh pelatihan tambahan sehingga memiliki nilai tambah saat memasuki dunia kerja, termasuk peluang penempatan kerja di luar negeri dengan tingkat penghasilan yang lebih baik,” jelas Akbar.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri KemenP2MI Dwi Setiawan Susanto menegaskan bahwa kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan peran pemerintah daerah, perguruan tinggi, sekolah menengah kejuruan, dan dunia industri.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja terampil yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja global serta siap ditempatkan di berbagai negara.

“Kita sedang menuju era skill worker, di mana pekerja migran Indonesia harus memiliki keahlian yang relevan dengan kebutuhan lintas negara. Dengan demikian, generasi muda produktif Indonesia dapat memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar kerja internasional,” ujarnya.

Kerja sama lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Banten sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap peluang kerja, baik di dalam negeri maupun di pasar kerja global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *