Pawai Obor Elektrik Semarakkan 1 Muharam, Si Doel Ajak Warga Berhijrah Sambut Jakarta 500 Tahun

Jakarta78 Dilihat

JAKARTA, (JD) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Festival Nyebrang dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kebersamaan warga sekaligus menumbuhkan semangat menyongsong usia ke-500 Kota Jakarta pada tahun 2027.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan festival tersebut merupakan bentuk syukuran bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam suasana yang penuh kebersamaan dan nilai-nilai keislaman.

Menurutnya, peringatan Tahun Baru Islam tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum untuk melakukan refleksi dan mempersiapkan diri menuju perubahan yang lebih baik sejalan dengan semangat hijrah.

“Kami sengaja menggelar Festival Muharam ini di ruang terbuka. Kalau dibilang pesta, ini bukan pesta, melainkan syukuran. Kita bersiap untuk berhijrah karena tahun depan Jakarta akan memasuki usia 500 tahun. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Rano Karno yang akrab di sapa si Doel ini.

Pemilihan Taman Bendera Pusaka sebagai lokasi penyelenggaraan juga menjadi bagian dari strategi Pemprov DKI Jakarta dalam mengoptimalkan fungsi ruang terbuka hijau sebagai pusat interaksi publik yang sehat, inklusif, dan produktif.

Rano mengungkapkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir minat masyarakat untuk mengunjungi taman-taman kota terus meningkat. Karena itu, pemerintah berupaya menghadirkan lebih banyak kegiatan publik di ruang terbuka agar fasilitas tersebut semakin hidup dan memberikan manfaat bagi warga.

“Pak Gubernur juga berpesan agar kegiatan tidak selalu dilaksanakan di dalam gedung. Ruang terbuka harus dimanfaatkan sebagai sarana interaksi masyarakat sekaligus menghidupkan taman-taman kota,” katanya.

Festival Nyebrang semakin meriah dengan digelarnya kirab pawai obor elektrik yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Penggunaan obor elektrik dipilih sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi cuaca sekaligus mempertimbangkan faktor keselamatan tanpa menghilangkan nilai simbolik tradisi pawai obor yang telah lama melekat dalam peringatan Tahun Baru Islam di Indonesia.

“Hampir di seluruh Indonesia, peringatan Muharam identik dengan pawai obor. Di Jakarta, kami menghadirkannya secara simbolis melalui obor elektrik. Tradisi ini tetap menjadi bagian dari identitas budaya yang khas,” jelasnya.

Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Pemprov DKI Jakarta juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat sinergi, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan kepedulian terhadap kota sebagai bagian dari persiapan menuju transformasi Jakarta sebagai kota global.

Rano Karno berharap semangat hijrah yang terkandung dalam Tahun Baru Islam dapat menjadi inspirasi bagi seluruh warga untuk terus berkontribusi dalam pembangunan kota yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Semoga semangat Muharam terus kita bawa dalam menyambut 500 tahun Jakarta pada 2027,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *